Porda Simalaka Jika Ambisi Kalahkan Solusi

Wanipeurih.com - Tasikmalaya. Hawa panas Gunung kelud rupanya  kalah jauh lebih panas dikancah babak kualifikasi Porda Jabar XII 2014 yang digelar Sabtu-Minggu 15-16 Februari. Sirkuit kebanggaan Kota santri Tasikmalaya menjadi semakin panas sejak proses latihan, pembentukan aturan hingga tawar menawar antara pengprov dan 18 ketua korwil perwakilan masing-masing kabupaten kota se Jabar sudah diwarnai adu mulut penuh argumen.
pengprov IMI Jabar sudah menawarkan agar semua perwakilan tiap korwil bisa masuk dan lolos Porda bekasi dengan diambil 1 terbaik dari 18  pembalap yang mewakili masing-masing utusan kemudian 4 sisanya diambil dari 2 urutan terbaik agar mencapai grid yang disepakati. Perlu diketahui bro.. grid yang akan disediakan mendatang adalah 24, sementara 2 grid sudah otomatis terisi oleh Kabupaten Bekasi karena mengantongi Wild Card sebagai tuan rumah. Dengan kata sepakat bulat bin joss hampir semua korwil menolak usulan yang pada akhirnya jadi bumerang beberapa korwil.
Terbukti jelas ketika hari Sabtu babak QTT yang notabene adalah babak paling menentukan bagi semua korwil untuk bertarung di PORDA yang sesungguhnya ada salah satu korwil yang sama sekali tidak lolos satu kelaspun dari 4 kelas yang dilombakan, baru disitu rasa solidaritas dan rasa gak enak mulai tumbuh dikalangan manager team gimana caranya agar bisa lolos.
“Aturan ini mau dibawa kemana?? kami sudah memikirkan sejauh dan sejernih mungkin agar semua terakomodir, tapi niat kami ditolak mentah-mentah, nah kalau sudah mentok begini mau gimana? kan pengprov lagi yang pusing” geram Rio Teguh.
Rasa kesalpun dilontarkan Bambang Soerjadi sang Race Director “saya mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, kalau tidak lolos ya sudah, kalau mau minta kebijakan silahkan ke pengprov, saya bertugas disini sampai lomba ini selesai selebihnya saya tidak bertanggung jawab, aturan ko dimainin sih, mau dibawa kemana wibawa pengprov kalau aturan seenaknya dirubah demi kepentingan mereka.” itupun diamini Roes Bangin malah menawarkan” silahkan yang tidak ikuti aturan boleh ko mengundurkan diri, orang pada pinter jadi kebalik gara-gara urusan ginian”
Buntut ketegangan  Sabtu ternyata malah bertambah panjang ketika Reymond sang petugas teknis melakukan pembongkaran, banyak team yang teriak-teriak bongkar mesin malah banyak yang kena diskualifiasi, tercatat  dikelas bebek 4T 110 cc beregu terdapat 8 Kabupaten Kota yang terkena diskualifikasi dan 7 pembalap dikelas bebek 4T 110 cc Perorangan pun mengalami pencoretan. coba kalau diterusin proses pembongkaran bisa sampai 2 hari belum kelar dan tidak menutup kemungkinan hanya beberapa korwil yang akan lolos ke Bekasi.. nah lhooooo
Porda yang seharusnya dijadikan ajang proses pembibitan dan menanamkan sikap profesionalitas, sportifitas jangan dirusak dengan ambisi sesaat yang akhirnya bakal bikin rugi semua pihak. Rasa panik para korwil sih memang sangat wajar apalagi dana yang sudah dikeluarkan sudah diatas ratusan juta tapi dana dari KONIDA kota Kabupaten belum ada yang turun, dan sekali turunpun gosip yang sempat OZ terima adalah dana akan keluar 150 jutaan asal 50 juta untuk orang internal KONI, kan gila tuh bro…..gak kasian pembalap, mekanik, team manager apa ya???
Mari saatnya berintrospeksi diri, saling toleran semua pasti ada jalan terbaik demi Jabar Kahiji.
penulis : IsalMaulana | Foto : Edi Batrawan

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar