
OtomotifZone.com – Klaten.
Seri perdana Drag Bike garapan EO Total Sportindo dilaksanakan di
Sirkuit Gantiwarno Klaten, sirkuit permanen kebanggaan masyarakat Klaten
dan para dragbiker ini memiliki lebar 8 meter dan panjang 410 meter
serta pagar BRC dan perlengkapan pendukung lainnya tersedia di sirkuit
ini.
Pada gelaran drag bike seri ke-1 ini tercatat di list 268 starter meramaikan event ini, kelas yang dilombakan ada 18 kelas tapi 2 kelas dibatalkan karena starter terlalu sedikit. Dragbiker senior dan yunior jateng dan jatim semuanya nampak hadir di seri perdana. Untuk hadiah penyelenggara telah menyiapkan 4 buah motor dan 1 buah mobil. “Semoga seri ke-2 kami bisa lebih menyiapkan semuanya secara matang, karena kami EO baru dan event balap ini baru pertama kali kami buat, pastinya banyak kekurangan, untuk itu kami atas management Total Suportindo mohon maaf jika ada kekurangan,”terang Tito Bros selaku penyelenggara event.
Dalam setiap perlombaan pastinya ada yang kalah dan menang dan yang kalah harus berani menerima kekalahannya. Di seri perdana ini banyak dragbiker senior yang kurang beruntung. Bowo Samsonet dragbiker asal Magelang ini yang biasanya jago di Kelas Sport 2T TU 155cc harus mengakui kehebatan Deni Khunting dargbiker tuan rumah, hal ini disebabkan karena trouble engine saat start di 100 meter. “Seri pertama ini aku lagi apes, dari 5 kelas yang aku ikuti hanya 2 kelas saja aku naik podium, hal biasa faktor engine memang tidak dapat dipungkiri,”ungkap Bowo Samsonet dargbiker Magelang. Nasib agak berbeda dengan teman sekota Hendra Kecil, kali ini Hendra Kecil bisa menunjukkan tajinya sebagai Best Dragbiker Nasional di Kelas Matic 200cc. Memang pada kelas matic 200c Hendra Kecil rajanya tapi catatan waktunya menurun walaupun bisa naik podium pertama dengan catatan waktu 07.749, tidak hanya di matic pada Kelas Bebek 2T Standart 116cc Hendra Kecil juga menunjukkan performance sangat bagus dengan catatan waktu 08.747. “Kelas Matic 200cc sekarang ini jadi kelas favorit tidak hanya di Jabar saja di Jateng juga sama sudah mulai ada geliat untuk tampil di kelas ini,”jelas Hendra Kecil.
Nah pada kelas bracket 8 detik Eko Sulistyo dragbiker Semarang ini harus breakout karena catatan waktunya lebih cepat di 07.910 yang seharusnya catatan waktu di kelas bracket 8 detik maximum 8 detik. Padahal pada kelas bracket ini Eko Sulistyo jagonya sama seperti Hendra Kecil yang jago di Kelas Matic 200cc. “Sirkuitnya sangat memadai kontur jalannya juga rata, ya nasib belum lucky harus aku terima tapi di seri kedua aku pasti bisa,”jelas Eko Sulistyo dragbiker asal Semarang.
Pada gelaran drag bike seri ke-1 ini tercatat di list 268 starter meramaikan event ini, kelas yang dilombakan ada 18 kelas tapi 2 kelas dibatalkan karena starter terlalu sedikit. Dragbiker senior dan yunior jateng dan jatim semuanya nampak hadir di seri perdana. Untuk hadiah penyelenggara telah menyiapkan 4 buah motor dan 1 buah mobil. “Semoga seri ke-2 kami bisa lebih menyiapkan semuanya secara matang, karena kami EO baru dan event balap ini baru pertama kali kami buat, pastinya banyak kekurangan, untuk itu kami atas management Total Suportindo mohon maaf jika ada kekurangan,”terang Tito Bros selaku penyelenggara event.
Dalam setiap perlombaan pastinya ada yang kalah dan menang dan yang kalah harus berani menerima kekalahannya. Di seri perdana ini banyak dragbiker senior yang kurang beruntung. Bowo Samsonet dragbiker asal Magelang ini yang biasanya jago di Kelas Sport 2T TU 155cc harus mengakui kehebatan Deni Khunting dargbiker tuan rumah, hal ini disebabkan karena trouble engine saat start di 100 meter. “Seri pertama ini aku lagi apes, dari 5 kelas yang aku ikuti hanya 2 kelas saja aku naik podium, hal biasa faktor engine memang tidak dapat dipungkiri,”ungkap Bowo Samsonet dargbiker Magelang. Nasib agak berbeda dengan teman sekota Hendra Kecil, kali ini Hendra Kecil bisa menunjukkan tajinya sebagai Best Dragbiker Nasional di Kelas Matic 200cc. Memang pada kelas matic 200c Hendra Kecil rajanya tapi catatan waktunya menurun walaupun bisa naik podium pertama dengan catatan waktu 07.749, tidak hanya di matic pada Kelas Bebek 2T Standart 116cc Hendra Kecil juga menunjukkan performance sangat bagus dengan catatan waktu 08.747. “Kelas Matic 200cc sekarang ini jadi kelas favorit tidak hanya di Jabar saja di Jateng juga sama sudah mulai ada geliat untuk tampil di kelas ini,”jelas Hendra Kecil.
Nah pada kelas bracket 8 detik Eko Sulistyo dragbiker Semarang ini harus breakout karena catatan waktunya lebih cepat di 07.910 yang seharusnya catatan waktu di kelas bracket 8 detik maximum 8 detik. Padahal pada kelas bracket ini Eko Sulistyo jagonya sama seperti Hendra Kecil yang jago di Kelas Matic 200cc. “Sirkuitnya sangat memadai kontur jalannya juga rata, ya nasib belum lucky harus aku terima tapi di seri kedua aku pasti bisa,”jelas Eko Sulistyo dragbiker asal Semarang.
0 komentar:
Posting Komentar