Drag Bike Pasuruan : Kejurnas Rasa Kejurda

Tony Cupang action - dragbike pasuruan - otomotifzoneOtomotifZone.com – Pasuruan. Untuk yang kesekian kalinya ajang Kejurnas Dragbike region 2 Jawa bak simpul benang kusut. Lagi – lagi titel Kejurnas tak lagi menjadi pilihan para pembalap nasional. Ini terjadi minggu (2/3)  kemarin di Kejurnas Dragbike seri 1 dikota Pasuruan Jawatimur. Hal ini mengulangi gelaran tahun lalu yang sempat menjadi polemik serius.Padahal bagi promoter, nama Kejurnas itu sudah barang tentu segala sesuatunya lebih mahal ketimbang kejurda atau open championship. Restribusi untuk ijin ke PP IMIpun tak murah, imbalannya para pembalap luar Jatim enggan datang Apa sebenarnya yang menjadikan Dragbike sulit di kejurnaskan. Atau para dragster lebih tertarik mengikuti event diluar kejurnas dan mencari hadiah totalnya menjanjikan. “ Itu hanya soal etika saja, Jika peraturan dibuku memang tidak boleh bahwa Kejurnas harus berbenturan dengan kejuaraan lain serupa dalam satu region. Sekarang tergantung para promotor di pengprov masing – masing bagaimana menyikapinya, padahal jadwal kejurnas sudah sedemikian rupa diatur agar tak berbenturan “ Jelas Nugroho Wijayanto Juri lomba utusan PP IMI.
Jawatimur sendiri tahun ini dapat jatah seri kejurnas dragbike sebanyak dua kali yang seri selanjutnya bakal digelar bulan April usai pemilu. Lantas apa bedanya kejuaraan nasional dan kejuaraan terbuka, mana lebih menarik bagi para pembalap untuk meniti karier. “ Kalau dulu masih promotor kejurnas dari pusat jarang ada lomba yang sama didaerah lain dan ini pembalap harus ikut kejuaraan itu kenapa sekarang seperti ini “ kata Ricko Bocel dragster nasional asal Surabaya. Sisi perbedaan yang bisa dilihat kasap mata adalah Kejurnas selalu ada utusan Juri dari PP IMI, meskipun utusan ini boleh dari daerah tersebut asal punya Lisensi Juri Nasional.
Adi Tuyul Action - dragbike pasuruan - otomotifzoneSebaliknya  persiapan dari tim balap sendiri sudah tidak ada bedanya mengikuti Kejurnas,Kejurda atau Kejuaraan terbuka. Tengok paddock di tim balap Jawatimuran, meskipun tidak ada aturan yang baku syarat mengikuti kejurnas tetapi semua motor yang ikut sama persis dengan yang dipakai di kejuaraan terbuka biasa. “ kalau saya sejak berangkat sudah saya persiapkan motor untuk kelas kejurnas, yakni ganti blok baru, stang piston baru dan setting ulang pengapian di kelas 2 tak tune up 130 cc yang biasanya di kejurnaskan “ kata Ko Sinchan tuner tim B-Joss.
Persiapan bagi pembalap sendiri juga tidak ada bedanya, jika di kejuaraan terbuka berskala nasional para pembalap diwajibkan pakai racing suit (ware pack) namun di kejurda seri 1 kemarin para pembalap yang pakai bisa dihitung jari. Dan ini cukup beralasan karena pembalap bebas tanpa peringatan jika hanya pakai Jersey untuk balap dengan alas an ga ribet dan ringan dipakai.
Dragster Tony Cupang sendiri di seri awal kejurnas malah dilepas tim induk Kolor Ijo dan bebas di’pakai’ tim lain asal kelasnya tidak berbenturan. “ Ini karena Bos Kolor Ijo sedang persiapkan pilihan legislative tahun ini, untuk sementara absen semuanya termasuk motor-motor andalan “ kata Tony.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar