Drag Bike Speed Battle 2014 Blitar – Lahan Baru Dipenuhi 350 Starter




Blitar. Susahnya mencari sirkuit Dragbike di kabupaten Blitar membuat balapan di trek lurus ini jarang digelar. Dari jeda waktu panjang sekitar 2 tahun dikarenakan sulitnya mencari sirkuit yang cocok untuk menggelar Dragbike Speed Battle 2014. “ Kendala sulitnya lahan sirkuit inilah membuat Dragbike di kabupaten Blitar masih banyak tertinggal dengan daerah lain, Jalan tembus menuju bendungan Serut kecamatan Kanigoro Blitar ini lah satu – satunya yang sangat ideal dan tidak mengganggu lalulintas umum, namun lebar jalan masih saja kurang memenuhi syarat, terpaksa kita pakai satu trek untuk lomba “ terang Rudi Subagyo dari IMI Jatim.


Rudi Subagyo Juri Lomba IMI Jatim Dan meskipun tertunda beberapa hari karena jadwal Dragbike sangat padat di awal tahun 2014 ini Akhirnya Dragbike Speed Battle 2014 seri awal di Blitar sukses dipadati 350 starter minggu lalu (9/2). Kelas – kelas yang dilombakan sebenarnya seperti umumnya di Jawatimur. Hanya tiga kelas SDB (supporting dragbike 13,16 dan 19) dibatalkan karena minimnya peserta. Ini menandakan bahwa kelas SDB bebek 2 Tak Tune Up 130 cc dan sport 2 Tak Tune Up 155 cc kurang popular bagi lokal Kabupaten Blitar. Namun dibuka kelas baru yakni SDB 22 Matic tune up 130 cc spesifikasi roadrace. “ Ini atas usulan juga dari para tuner Blitar, karena bentuk standart layaknya matik roadrace maka batasan berat minimal 115 kg “ kata Moy Arifin selaku pimpinan Lomba.
Berkembangnya masukan dari beberapa pembalap daerah menjadikan IMI Jatim sebagai wadah juga perlu mempertimbangkan beberapa masukan. Jika di Nganjuk sukses dengan Sport 2 tak rangka standart 155 cc berat pembalap minimal 65 kg, maka kabupaten Blitar memilih kelas Matic tune up 130 cc spesifikasi roadrace. Kelas baru dan diperuntukkan motor roadrace pada kenyataannya para pemenang juga masih dragster kawakan yang sering nongol disirkuit seperti Adi S. Tuyul, John PK. Tony Cupang. “ Para pembalap Roadrace memang kelemahan ada pada reaksi start saat lihat lampu start, meskipun motornya kencang tetapi reaksi awal waktunya jelek hasil finish juga jelek “ terang Dadang Japrong Dragster andalan karesidenan Kediri.
Penulis : Diki | Foto : Diki
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar